Select Page

Salib ku

by Apr 14, 2020Opini

Saat aku menghadap Yesus tadi malam, aku begitu merasa berat memanggul beban salibku. Aku bermaksud menukar salib yang kupanggul. Makanya aku ingin sekali menghadap Yesus.

Saat aku bertemu Dia, agak bergetar juga merasakan kharismaNya.”Adrian, ada perlu apa kamu menghadapKu?” Gugup juga aku, ditanya seperti itu.Antara kagum, takut, dan terpesona. “Begini Tuhan, aku merasakan salib yang ku panggul ini teramat berat. Bolehkah aku mendapat salib yang lebih ringan?” Tuhan Yesus tersenyum memandangku.

Hmm, rasanya aku semakin jatuh cinta. “Wokelah, kalau begitu! Sekarang coba kamu tulis di balik salibmu itu, namamu, dan alasan mengapa kamu tidak mau memanggul salib tersebut. ” Buru-buru aku tuliskan, sesuai yang diperintahkanNya. ADRIAN. SUDAH TIDAK KUAT LAGI. Begitu aku menuliskan di balik salibku tadi.

Segera beberapa malaikat mengambil salibku dan memasukkannya ke dalam gudang salib. Tuhan Yesus kembali memberi aku satu pertanyaan, “Oke. Sekarang coba kamu diskripsikan salib seperti apa yang kamu inginkan. ” Huh, ini dia kesempatanku untuk minta yang paling ringan”

“Kalau bisa Tuhan, pilihkan salib yang paling keciiiil, dan terbuat dari bahan yang ringan. Kalau ada, yang dari gabus aja, atau dari plastik juga boleh. Kalau dari kayu kan berat, Tuhan?” Tuhan Yesus mengernyitkan dahi, “Aneh-aneh aja kamu ini.

Ya sudah pilih sendiri saja sana di gudang salib.” Aku segera mengikuti langkah malaikat yang mengantarkanku ke gudang salib. Aku mulai beraksi memilih, dan mencoba satu per satu salib yang ada. Huh, berat-berat semua.

Akhirnya aku melihat ada salib yang cukup kecil di dekat pintu masuk gudang. Aku segera mencobanya. Wow, pas banget.Lha, ini baru enak. Aku segera mengambil salib itu, dan membawanya pada Tuhan Yesus. “Tuhan, aku telah menemukan salib yang cocok denganku. Salib paling ringan yang kutemukan di gudang salib.”

Aku melihat Tuhan Yesus memandang salib yang kubawa dengan heran, dan berkata,

“Lho, bukankah itu salib yang kau bawa tadi? Katanya sudah gak kuat? Kok malah diambil lagi?”

Aku tidak percaya, “Masak sih, Tuhan?” Tuhan Yesus bersabda lagi, “Ya kalau tidak percaya lihat aja belakangnya. Ada tulisan kamu tadi gak?” aku langsung membalik salibku dan melihat tulisanku tadi.

“Gubrakkk” Ternyata selama ini Tuhan Yesus telah memberikan pada kita salib yang paling ringan, tapi kita tidak pernah bersyukur dan menyadari, bahwa salib yang kita panggul pasti sudah sesuai dengan kapasitas dan kekuatan kita. JLU